Banjir Durian

Bukan hanya banjir air, memasuki awal tahun, beberapa daerah di Sumatera mulai dibanjiri buah lokal, salah satunya durian

Sudut-sudut persimpangan jalan mulai di banjiri oleh pedagang durian dan tentu dengan harga yang lebih murah dibanding hari-hari biasanya.

Bagi pecinta durian, sesungguhnya ini adalah hal yang menggembirakan. Seperti berada di surga.

Hanya saja sebuah pertanyaan sederhana muncul, dari buah durian lezat yang kita makan hari ini, siapa yang menanam pohon nya?

Jawaban nya, bisa orang-orang tua, nenek-nenek atau buyut-buyut kita yang menanam. Butuh waktu 7-10 tahun bagi sepohon durian untuk bisa berbuah. Konon kabarnya pohon durian bisa berbuah dan bertahan hidup sampai 7 turunan manusia.

Belajar dari semangat generasi terdahulu, mereka menanam sesuatu untuk anak dan cucunya, yang mungkin mereka sendiri tidak pernah mencicipi apa yang mereka tanam.

Lalu, apa yang bisa kita tanam dan perbuat untuk anak cucu kita kelak?

Jangan-jangan hanya karena nafsu sesaat kita sibuk memikirkan diri sendiri.

Jangankan menanam, yang udah ada kita keruk habis, lalu mewariskan kerusakan-kerusakan nya untuk generasi selanjutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Hai, ada yang perlu kita diskusikan lebih lanjut?
Powered by