Jaminan Kesehatan atau Menjamin Sehat

Kebijakan Pemkab Lahat untuk keluar dari Kepesertaan BPJS Kesehatan harus diakui sangat berani dan dinilai sangat populis. Langkah ini diambil tidak lain disebabkan karena kebijakan kenaikan tarif BPJS Kesehatan yang mulai berlaku awal tahun ini.

Kenaikan tarif ini dinilai membebani APBD, karena setidaknya Pemkab Lahat punya kewajiban menanggung iuaran hampir 200.000 peserta masyarakat golongan tidak mampu Penerima Bantuan Iuran (PBI). Setelah dilakukan perhitungan rasanya jauh lebih efektif, efisien dan ekonomis jika Sistem Jaminan Kesehatan dilakukan dengan pola Program Kesehatan Mandiri dimana masyarakat cukup menunjukkan KTP untuk berobat, lalu Fasilitas Kesehatan semacam Rumah Sakit akan melakukan klaim ke Pemkab untuk dibayar sesuai biaya pelayanannya.

Kebijakan ini seperti memberi angin segar di tengah belum optimalnya pelayanan kesehatan yang diberikan oleh BPJS Kesehatan. Bukan tidak mungkin akan diikuti oleh Pemerintah Daerah lainnya. Tapi belum tentu ada jaminan bahwa Sistem Jaminan Kesehatan yang dilaksanakan secara mandiri bisa dirasa lebih baik.

Pemerintah Daerah harus memperhatikan betul bagaimana program atau sistem itu dapat berjalan dengan baik, setidaknya untuk beberapa titik kritis berikut. Pertama, Sistem Kepesertaan, apakah yang dilayani semua masyarakat ber KTP atau masyarakat golongan tidak mampu saja?. Kedua, Sistem Pelayanan, Apakah peserta dapat dilayani disemua fasilitas kesehatan, atau di fasilitas kesehatan tertentu dengan metode penjenjangan? Ketiga, Klasifikasi Penyakit, Apakah semua penyakit bisa dilayani dan diklaim atau hanya penyakit tertentu? Setidaknya semua itu harus segera klir di awal agar tidak menjadi polemik di kemudian hari.

Sampai akhirnya apa pun sistem jaminan kesehatannya, semua dibangun untuk memberikan proteksi keuangan, seandainya risiko sakit itu terjadi dapat meringankan biaya pengobatan. Tapi tetap yang utama adalah membangun paradigma sehat, karena tanpa usaha menjaga kesehatan yang sungguh-sungguh, apapun sistem jaminan kesehatannya semua dirasa percuma. Karena biaya yang harus dikeluarkan untuk menyembuhkan orang sakit tetap lebih besar jika dibandingkan dengan biaya untuk menjaga orang tetap sehat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Hai, ada yang perlu kita diskusikan lebih lanjut?
Powered by