Menyambut Baik Tren Bersepeda

Satu tahun terakhir, aktivas bersepeda di Palembang semakin menunjukkan tren yang positif. Setidaknya terlihat dari dua indikator. Pertama, Semakin banyak komunitas sepeda yang berdiri dan aktif. Kedua, semakin banyak event-event yang dilaksanakan mengambil tema funbike.

Harusnya tren bersepeda ini bisa disambut baik oleh para stakeholder. Walau pun aktivitas sepeda sejauh ini masih sebatas rekreasi dan olahraga, yang baru dilakukan di weekend saja, dan belum banyak yang tergerak pada fase menjadikan sepeda sebagai alat transportasi utama penunjang aktivitas sehari-hari. Tetap ini menjadi kabar yang cukup menggembirakan.

Bersepeda terbukti meningkatkan kesehatan, mengurangi polusi udara, dan turut mengurai masalah kemacetan jalan raya. Sederhananya sepeda merupakan solusi dari banyak masalah saat ini, terlebih bagi masyarakat perkotaan.

Kota Palembang sebetulnya sangat memungkinkan menjadi kota sepeda. Secara Geografis Kota Palembang hanya memiliki luas 400 Km persegi, jarak terjauh Selatan-Utara hanya sekitar 20 KM saja. Palembang relatif datar, elevasi kota ini 0-10 mdpl. Banyak masyarakat yang bermukim di kampung-kampung tradisional yang aksesnya hanya jalan setapak. Palembang juga telah memiliki transportasi publik terintegrasi seperti LRT dan BRT, beberapa tipe sepeda bisa diangkut menggunakan fasilitas publik tersebut.
Kalo untuk kebutuhan olahraga di weekend, sebetulnya Komplek Jakabaring Sport City atau Gowes Keliling Kota sudah cukup memanjakan para goweser di Palembang. Hanya saja untuk memasyarakatkan sepeda agar sepeda bisa dijadikan alat trasnportasi penunjang aktivitas sehari-hari butuh keterlibatan banyak pihak.

Tidak harus aktivitas utama semacam Bike To Work atau Bike To School, sebetulnya hal-hal sederhana semacam bike to warung, bike to masjid, bike to minimarket, atau bike to pasar sudah cukup oke dijadikan pembiasaan di awal. Jalur sepeda khusus, rasanya belum terlalu urgent, masih bisa sharing road, lebih baik Pemkot mendorong penyediaan tempat parkir sepeda di fasilitas publik baik milik pemerintah atau swasta. Karena banyak orang ingin bersepeda, mengurungkan niatnya, takut hilang, hanya karena tidak ada tempat parkir yang aman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Hai, ada yang perlu kita diskusikan lebih lanjut?
Powered by