Punya Mobil Ga Punya Garasi

Jika saja kita hidup sendirian di tengah hutan, rasanya tidak perlu ada yang namanya kebijakan publik. Cari makan, bikin rumah, buang sampah semua kita atur sendiri. Tapi sebebas-bebas kita di hutan, tetap ada aturan yang mengikat, hukum rimba misalnya, yang lemah selalu kalah sama yang kuat.

Lalu bukan sesuatu yang aneh jika kita hidup di perkotaan bersama jutaan manusia yang lain, dimana setiap individu di ruang publik punya kepentingan nya masing-masing, yang kadang kepentingan itu saling beririsan bahkan bertentangan, pasti butuh penengah bernama kebijakan publik.

Menyambut baik kebijakan publik berupa Peraturan Daerah Kota Depok yang melarang mobil parkir di bahu jalan, sekalipun di depan rumahnya sendiri. Ancaman denda menanti bagi yang melanggar aturan yang akan diterapkan mulai dua tahun ke depan ini.

Harus diakui pemilik mobil punya kepentingan terhadap keamanan mobilnya lalu memilih parkir dengan segala alasannya, bisa lahan sempit, masuk gang atau garasi penuh dengan kendaraan lain, tapi disisi lain masyarakat atau pengguna jalan punya kepentingan agar bisa melewati jalan dengan lancar. Karena tidak jarang “mobil menginap” di tepi jalan menjadi biang kemacetan.

Sebetulnya itulah fungsi Government sebagai regulator yang mengatur semua kepentingan publik. Lalu apakah di Kota lain harus dibuatkan dengan aturan yang sama ? Jawabnya tergantung urgensi masalah di daerah masing-masing. Bisa jadi masalah nya udah parah banget, tapi bisa jadi biasa-biasa saja. Oleh karena itu setiap daerah harus benar-benar otonom, tahu persis apa masalah di daerahnya dan apa solusinya. Jangan sampai latah, ikut-ikutan bikin dan pada implementasi nya malah bukan memudahkan publik tapi merepotkan.

Dan tidak kalah penting untuk terus membenahi transportasi publik, kalo pemerintah sudah memfasilitasi dengan baik, kenapa repot-repot ngurus transportasi sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Hai, ada yang perlu kita diskusikan lebih lanjut?
Powered by